Terbaru

Jokowi Sebut Promosi Produk RI Tidak Jelas

Tidak terfokus, meskipun ada 17 Kementerian yang lakukan promosi | PT Rifan Financindo Cabang Solo

PT Rifan Financindo Cabang Solo


Presiden Joko Widodo, membuka Trade Expo 2016, di Jakarta International Expo, Kemayoran Jakarta Pusat, Rabu 12 Oktober 2016. Dalam kesempatan itu, dia menegaskan, agar produk-produk dalam negeri tidak hanya mengandalkan pasar-pasar yang sudah ada tapi bagaimana membuka pasar baru, yang selama ini tidak pernah terjamah.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Jokowi memberikan tips kepada pelaku usaha, agar pemasaran produk yang dibuatnya dapat maksimal. Salah satunya adalah memperhatikan design produk yang dijual.

"Harus berani masuk ke pasar-pasar baru, penetrasi ke pasar-pasar baru yang selama ini tidak pernah kita lihat, yang selama ini tidak pernah kita perhatikan. Misalnya India,  pasar-pasar Afrika yang penduduknya lebih dari 60 juta, 80 juta, itu harus diperhatikan," jelas Presiden Jokowi, di JIExpo Kemayoran.

Produk-produk Indonesia, kata Jokowi, sangat banyak. Sehingga, harus dipadukan juga dengan promosi. Karena itu, sudah meminta jajaran kementerian terkait, untuk melakukan membantu secara maksimal pelaku usaha untuk promosi pruduk, meskipun dalam situasi ekonomi global yang masih belum bangkit saat ini.
"Mulai promosi besar-besaran dan pada saatnya nanti ekonomi global sudah baik ini kesempatan kita untuk memperbesar volume ekspor kita," katanya.

Jokowi mencontohkan, ada beberapa produk yang sempat dilihatnya kala mengunjungi stand UMKM yang ada di gelaran itu, sudah memenuhi syarat pasar internasional. Namun, menurutnya masih bisa dikembangkan lebih maksimal. 
"Mulai ada pembenahan di kemasan, sudah masuk ke Korea, sudah masuk ke Mesir ini yang kita perlukan," kata Jokowi.

"Tidak terkonsentrasi, sehingga tujuannya ke mana arahnya ke mana menjadi berceceran. Ini yang sudah dikumpulkan nanti akan kelihatan, fokus konsentrasi bisa masuk ke pasar-pasar yang kita inginkan," jelas Jokowi.

Selama ini, diakui Jokowi memang sudah ada promosi. Bahkan, dilakukan oleh 17 kementerian. Hanya saja, promosi yang dilakukan tidak bersama, sehingga tidak jelas arahnya ke mana.

Ekonomi Global Masih Lesu, Jokowi Minta RI Jajah Pasar Afrika | PT Rifan Financindo Cabang Solo

PT Rifan Financindo Cabang Solo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi mandat khusus kepada Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menghadapi ekonomi global yang masih lesu. Kedua menteri tersebut diminta mulai melakukan penetrasi ke pasar nontradisional seperti Afrika.

"Misalnya pasar-pasar di Afrika yang penduduknya lebih 60 juta hingga 80 juta terus diperhatikan. Negara seperti Bangladesh, ini juga enggak pernah kita perhatikan. Amerika Latin, Iran yang mulai membuka ini kita bisa masuk. Saya sudah berpesan ke Pak Menteri Perdagangan," katanya usai membuka pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Dia mengatakan, menghadapi situasi global yang belum menentu, maka Indonesia harus berani masuk dan penetrasi ke pasar yang selama ini tidak pernah dilirik. Selain Afrika, Jokowi juga meminta pemerintah untuk melakukan penetrasi pasar ke India, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

Selain kualitas produk, Jokowi juga berpesan agar produk-produk yang akan dikirim ke luar negeri dikemas secara bagus dan menarik. Sebab, selama ini Indonesia kurang memperhatikan dari segi kemasan, sehingga produk unggulan menjadi terlihat kurang menarik.

Namun, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta agar pemerintah juga tetap memperhatikan kualitas dan desain dari produk dalam negeri. Jika kualitasnya meningkat, maka nilai jualnya akan meningkat.

"Saya lihat tadi di beberapa tempat bagus sekali. Produk dari daerah dikirim ke sana, mereka mengembangkan bisa baju bisa juga lampu tas dari pandan dikembangkan dan didesain dengan baik. Kalau ini diteruskan, produk kita akan meningkat kelasnya. Bukan di pasar bawah melainkan di pasar tengah maupun pasar atas," jelas dia.

Mantan Wali Kota Solo ini menambahkan, Kemendag dan Kemenperin juga harus mulai mempromosikan produk Indonesia secara besar-besaran. "Di saat nanti produk global sudah baik, inilah saat kita untuk memperbesar volume ekspor kita," tandas Jokowi.

Genjot Ekspor, Jokowi Incar Afrika Hingga Amerika Latin | PT Rifan Financindo Cabang Solo

PT Rifan Financindo Cabang Solo

"Kita bisa ke Afrika untuk kelas menengah ke bawah. Kemudian, India juga punya peluang karena penduduknya besar. Bisa juga ke Bangladesh, Amerika Latin, dan Iran," ungkap Jokowi pada perhelatan Indonesia Trade Expo (ITE) 2016 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Rabu (12/10).

Pasalnya, perekonomian global yang belum stabil masih membuat ekonomi Indonesia ketergantungan pada pasar global sehingga dibutuhkan pasar baru yang berpotensi menyuburkan ekspor Indonesia.

Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi, membidik beberapa negara baru sebagai pasar ekspor produk Indonesia.

Target ekspor ke sejumlah negara baru tersebut, lanjut Jokowi, berpeluang menjadi stimulus bagi perekonomian Indonesia di sektor perdagangan.

"Kita harus berani masuk ke pasar baru, misalnya Afrika, penduduknya sekitar 60 juta sampai 80 juta penduduk, perlu penetrasi kita ke sana," jelas Jokowi.

Untuk memaksimalkan potensi pasar baru tersebut, Jokowi mengingatkan dunia usaha untuk meningkatkan daya saing. Setidaknya, ada tiga hal yang ditekankan oleh Jokowi.

"Dulu, 17 K/L melakukan promosi sendiri. Nanti tidak lagi, mereka akan lakukan promosi bersama dan terkonsentrasi pada satu lembaga supaya jelas sasaran ke pasar-pasar mana saja," tutup pria yang pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. 

"Misalnya tas, didesain dengan lebih baik, itu kalau diteruskan, produk kita bisa naik tingkat, dari untuk kelas menengah menjadi untuk kelas atas," imbuh Jokowi.

Pertama, produk lokal yang berasal dari berbagai daerah harus dikembangkan dengan desain yang menarik. 

Kedua, tak cukup didesain menarik, produk lokal juga perlu dikemas atau packaging agar dapat masuk ke berbagai kalangan pasar, terutama pasar asing.

Ketiga, diteruskan dengan promosi yang tepat. Adapun untuk promosi, Jokowi memastikan, akan menggerakkan semua Kementerian/Lembaga (K/L) untuk memberi kontribusi pada bidang promosi produk lokal.