Terbaru

Harga Minyak Turun, Sebagian Bursa Asia Pasifik Tergelincir

Harga minyak mentah patokan internasional terus merosot pekan ini | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Axa

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Axa


Dilansir dari CNBC, Kamis 27 Oktober 2016, indeks ASX 200 turun 0,24 persen pada awal perdagangan, terjerat saham-saham sub sektor energi yang merosot 0,51 persen. Saham Santos turun 0,7 persen, Oil Search turun 1,77 persen, Woodside Petroleum merosot 0,78 persen.

Bursa di kawasan Asia dan Pasifik dibuka bervariasi pada pembukaan perdagangan saham pagi ini. Sektor energi yang menurun, karena berlanjutnya merosotnya harga minyak membuat pasar keuangan di kawasan bergejolak. 

di Korea Selatan, indeks Kospi melawan arus pelemahan dengan bergerak naik di sesi pembukaan awal sebesar 0,22 persen. Saham Fuji Oildan S-Oil naik masing-masing 0,52 dan 0,12 persen. 

Di Jepang, indeks Nikkei 225 anjlok 0,24 persen. Saham Impex turun 0,05 persen. Sementara itu saham Japan Petroleum tergelincir 0,68 persen. 

"Meskipun kurangnya berita positif dari OPEC yang sedang dikutip, saya menduga alasan sebenarnya adalah posisi di pasar," kata Analis Pasar Senior di Oanda, Jeffrey Halley dalam sebuah catatan pagi.

Sebagai informasi, harga minyak mentah terus merosot pekan ini. Pada penutupan perdagangan Rabu, minyak mentah berjangka AS turun 1,6 persen ke level US$49,18 per barel, Sementara itu, minyak mentah Brent turun 1,6 persen menjadi US$49,98 per barel. 

BURSA ASIA 27 OKTOBER: Investor Tahan Diri, Indeks MSCI Turun 0,2% | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Axa

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Axa


Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2% pada pukul 09.23 pagi waktu Tokyo (pkl. 07.23 WIB), menuju level penutupan terendahnya dalam lebih dari sepekan.

Sementara itu, Bloomberg Dollar Spot Index bertahan di kisaran level terkuatnya dalam tujuh bulan di tengah meningkatnya spekulasi bank sentral AS Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuannya tahun ini.

Pergerakan bursa saham Asia dilaporkan melemah pada perdagangan pagi ini, Kamis (27/10/2016), di saat para investor mencermati laporan laba perusahaan seperti Samsung Electronics Co. dan Bank of China Ltd. setelah harga minyak merosot dan dolar menguat.

Seperti dilansir Bloomberg hari ini, harga minyak mentah dunia menghampiri level terendah dalam tiga pekan di tengah keraguan apakah OPEC akan mengimplementasikan langkah pemangkasan produksi pertamanya dalam delapan tahun serta berhasil membujuk produsen non OPEC untuk turut serta.

Di saat hampir 80% dari perusahaan pada indeks S&P 500 telah melaporkan laba yang lebih baik dari prediksi para Analis, bursa saham global dikecewakan oleh kinerja Apple Inc. dan Intel Corp. Para investor juga mempertimbangkan arah dan hasil dari agenda pemilihan Presiden AS serta pertemuan kebijakan The Fed dalam dua pekan ke depan.

Sejalan dengan pergerakan bursa Asia, indeks saham S&P/ASX 200 di Australia turun 0,3% dan indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,3%.

“Tren bursa saham Asia bergerak sideway seiring mendekatnya pemilihan Presiden AS serta para investor mempertimbangkan skenario kebijakan ekonomi dan moneter,” ujar Chris Weston, Kepala strategi pasar IG Ltd.

Bursa Asia Merosot Tersengat Harga Minyak | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Axa

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Axa


Saham Apple menekan bursa AS. Selain itu, Apple, sejumlah hasil dan prediksi perusahaan AS juga membebani bursa AS. Namun saham Boeing mampu mengangkat indeks saham Dow Jones.

Bursa Asia yang bervariasi ini juga seiring pelaku pasar menanti laporan keuangan perusahaan Samsung Electronics Co dan Bank of China Ltd. Demikian mengutip laman Bloomberg, Kamis (27/10/2016)

 Bursa Asia cenderung melemah pada perdagangan Kamis pekan ini seiring laporan keuangan dari sektor teknologi mengecewakan menekan bursa Amerika Serikat (AS). Sentimen itu berimbas ke bursa Asia.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,2 persen di awal pekan. Penurunan itu juga diikuti indeks saham Jepang Nikkei yang melemah 0,2 persen. Indeks saham Australia tergelincir 0,2 persen. Sedangkan indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,3 persen.

Di sisi lain, harga minyak berbalik arah ke zona merah. Harga minyak sentuh level terendah dalam tiga pekan ini karena keraguan investor terhadap realisasi rencana OPEC untuk memangkas produksi minyak pertama kali dalam delapan tahun.

Bursa Asia juga kena imbas penurunan bursa AS lantaran sejumlah perusahaan melaporkan kinerja belum sesuai harapan. Hampir 80 persen perusahaan yang masuk indeks saham S&P 500 mencatatkan kinerja melebihi harapan. Namun pelaku pasar kecewa terhadap kinerja Apple Inc dan Intel Corp serta data ekonomi yang bervariasi.

Sementara itu, indeks dolar AS sentuh level terkuat dalam tujuh bulan seiring spekulasi pelaku pasar terhadap rencana bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga tahun ini.

"Bursa Asia masih cenderung sideway seiring pemilu AS mendekat dan investor antisipasi skenario kebijakan moneter dan ekonomi," ujar Chris Weston, Chief Market Strategist IG Ltd.

Pelaku pasar pun kini fokus terhadap rencana kenaikan suku bunga, pemilihan presiden AS dan pertemuan bank sentral AS untuk minggu depan.