Terbaru

Tunggu The Fed, Wall Street Kembali Melemah

Wall Street kembali melemah | PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat


Setelah diperdagangkan lebih tinggi pada pagi hari, indeks S & P 500 mundur dan meluncur sebentar ke wilayah negatif. Demikian seperti dilansir dari Reuters, Selasa, 20 September.

Indeks Dow Jones industrial average turun 3,63 poin atau 0,02 persen menjadi 18.120,17, indeks S & P 500 kehilangan 0,04 poin ke posisi 2.139,12, dan Nasdaq Composite turun 9,54 poin atau 0,18 persen menjadi 5.235,03.

Di sisi lain, saham energi tergelincir 0,1 persen, menarik kembali karena harga minyak dalam mengupas keuntungan selama sesi perdagangan. Sektor real estate naik satu persen.

Sekitar 6,1 miliar lembar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebesar 6,7 miliar lembar, demikian menurut data Thomson Reuters.

Perdagangan saham di Wall Street kembali melemah karena investor bersiap untuk pertemuan Federal Reserve akhir pekan ini.

The Fed diperkirakan akan menetapkan tingkat suku bunga pada level tetap pada pertemuan yang digelar selama dua hari. Namun demikian investor akan menilai pidato Ketua Janet Yellen pada Rabu ini akan melihat apakah bank sentral berencana untuk mendaki secepat mungkin pada Desember

Pedagang bertaruh bahwa hanya ada kesempatan sebesar 12 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pekan ini, tapi melihat peluang 55 persen bank sentral akan melakukannya pada Desember, menurut situs FedWatch CME ini.

Investor juga mengincar pertemuan kebijakan Jepang pada Selasa dan Rabu, sementara debat pertama pemilihan presiden AS diatur untuk Senin depan.

Tunggu Pertemuan The Fed, Wall Street Berakhir "Flat" | PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat


Pasar sempat mendapatkan sentimen positif dari penguatan harga minyak AS, di mana harga mengalami kenaikan 31 sen atau 0,7 persen menjadi 43,34 dollar AS per barel. Akan tetapi hal itu kembali turun pada hari yang sama.

Melemahnya dollar AS juga turut mendorong menguatnya pasar, lantaran bisa membantu kompetitifnya produk-produk AS di pasar ekspor.

Saham-saham di bursa AS tidak terlalu banyak bergerak dan cenderung melemah di awal pekan ini, Senin atau Selasa (20/9/2016) dini hari.

Pelaku pasar menunggu hasil pertemuan Federal Reserve dalam kaitannya dengan suku bunga acuan. Selain itu, pasar juga memperhatikan kenaikan harga minyak.

Namun demikian, pertemuan Federal Reserve masih menjadi penggerak utama pasar pada pekan ini.

Pada Rabu besok merupakan hari yang ditunggu-tunggu investor. Pelaku pasar akan mengetahui apakah the Fed akan kembali menahan suku bunga acuannya ataukah menaikkan suku bunga tersebut untuk pertama kali pada 2016.

Indeks Dow Jones ditutup melemah 3,63 poin atau kurang dari 0,1 persen menjadi 18.120,17, setelah menguat 131 poin di awal perdagangan. Sementara itu indeks Standard & Poor's 500 ditutup turun tipis dan cenderung flat 0,04 poin ke level 2.139,12 dan indeks Nasdaq turun 9,54 poin atau 0,2 persen di sesi penutupan menjadi 5.235,03.

Wall Street berakhir turun tipis jelang pertemuan The Fed | PT Rifan Financindo Berjangka Pusat

PT Rifan Financindo Berjangka Pusat


Pasar-pasar saham luar negeri meningkat secara luas pada Senin. Di Eropa, indeks acuan DAX 30 Jerman di Bursa Efek Frankfurt naik 0,95 persen, sedangkan indeks patokan FTSE 100 Inggris melonjak 1,54 persen.

Di Asia, pasar saham Tiongkok ditutup lebih tinggi pada Senin setelah libur akhir pekan yang panjang, dengan indeks komposit Shanghai naik 0,77 persen menjadi ditutup pada 3.026,05 poin. 

Saham-saham di Wall Street membalikkan keuntungan awal menjadi berakhir sedikit lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), karena para investor menunggu pertemuan kebijakan Federal Reserve AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 3,63 poin atau 0,02 persen menjadi ditutup pada 18.120,17. Indeks S&P 500 turun tipis 0,04 poin atau 0,01 persen menjadi berakhir di 2.139,12, dan indeks komposit Nasdaq merosot 9,54 poin atau 0,18 persen menjadi 5.235,03.

Sementara itu, harga minyak juga dalam fokus, yang diperdagangkan sekitar dua persen lebih tinggi pada sekitar tengah hari Senin, setelah Venezuela mengatakan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen non-OPEC hampir mencapai kesepakatan tentang pembatasan produksi.

Di sisi ekonomi, kepercayaan pengembang perumahan AS di pasar untuk pembangunan baru, rumah keluarga tunggal, pada September melonjak enam poin menjadi 65 dari angka Agustus yang direvisi turun 59 pada Indeks Pasar Perumahan Asosiai Nasional Pengembang Perumahan/Wells Fargo yang dirilis Senin.

Para investor terus memantau pertemuan kebijakan dua hari The Fed, yang dijadwalkan dimulai Selasa, untuk petunjuk lebih lanjut tentang waktu kenaikan suku bunga berikutnya.

Pasar-pasar keuangan telah berfluktuasi minggu lalu, karena pernyataan-pernyataan kontras tentang kenaikan suku bunga oleh beberapa pejabat Fed.

"The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pekan ini, tetapi investor sekarang memperkirakan kenaikan (suku bunga) pada Desember. Pejabat-pejabat Fed telah menyerukan kenaikan sebelum akhir tahun mungkin sekali, tapi mereka mengatakan hal yang sama tentang kenaikan sebelum akhir musim panas pada Juni dan Juli," kata Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial, dalam sebuah catatan.