Terbaru

Investasi Aman Sekaligus Menjaga Lingkungan Melalui ORI013

ORI013 investasi baru yang ditawarkan kemenkeu | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Bandung

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Bandung


Obligasi Negara Retail (ORI) bakal hadir kembali. Pemerintah, melalui Kemenkeu akan menawarkan instrumen investasi Obligasi Negara Ritel Seri ORI013 (ORI013) di Pasar Perdana mulai 29 September hingga 20 Oktober 2016.

Apa saja keuntungan berinvestasi melalui ORI013?

• Keuntungan tambahan bisa Anda peroleh apabila Anda memperdagangkannya di pasar sekunder dengan harga yang lebih tinggi daripada harga beli.

• Dan yang terpenting, karena ORI013 merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah sebagai salah satu sumber pendanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), maka berinvestasi melalui ORI013 juga aman karena dijamin oleh Undang-Undang. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara (SUN) menyebutkan bahwa Negara wajib membayar bunga dan pokok setiap Surat Utang Negara pada saat jatuh tempo.

• Pada saat penerbitan,tingkat kupon ORI biasanya lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat suku bunga deposito bank BUMN. Untuk ORI013 tingkat kupon yang ditetapkan pemerintah sebesar 6,60 persen. Kupon atau bunga dibayarkan setiap bulan dan besarnya tetap sampai dengan jatuh tempo. ORI013 akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2019.

• Dengan membeli ORI013 Anda juga turut berpartisipasi menjaga kelestarian lingkungan. Seluruh agen penjual ORI013 akan mengalokasikan sebagian dana hasil penjualannya untuk disumbangkan ke Yayasan Kehati dalam rangka pelestarian Mangrove.

Cara Membeli ORI013 dan Keuntungan Membeli di BCA

Instrumen investasi ini dijual dengan minimal pemesanan Rp5 juta dan kelipatan Rp5 juta. Setiap investor hanya boleh memesan ORI maksimum Rp3 miliar. Di mana bisa membeli ORI013? Gampang. Anda tinggal datang ke Kantor Cabang Utama BCA atau BCA Prioritas terdekat untuk mengisi formulir pemesanan ORI013. Lampirkan fotokopi KTP dan membuka rekening efek di BCA.

Barangkali Anda membayangkan untuk berinvestasi melalui ORI013 harus menyiapkan dana yang cukup besar. Jangan khawatir, karena dengan dana minimal sebesar Rp5 juta, Anda sudah bisa membeli ORI013.  

Ya, BCA kembali dipercaya menjadi agen penjual instrumen investasi ini. Dengan jaringan cabang BCA yang luas, tentu tidak sulit bagi Anda menemukan Kantor Cabang Utama BCA atau BCA Prioritas.

Masih adalagi keuntungan lainnya yang akan Anda peroleh jika membeli ORI013 di BCA, yaitu:

• Bebas Biaya Penyimpanan sampai dengan jatuh tempo

• Bebas Biaya Pengiriman Surat Konfirmasi untuk transaksi jual/beli untuk pasar sekunder

• Dapat diperjualbelikan pada pasar sekunder di BCA Prioritas atau Kantor Cabang Utama BCA

• Bebas Biaya Pembukaan Rekening Efek

• Bebas Biaya Transfer Kupon per bulan

• Jika Anda nasabah Prioritas BCA, kepemilikan ORI013 dapat dijadikan sebagai Agunan untuk pengajuan Kredit Lokal, Time Loan Revolving, Installment Loan, dan Personal Loan

• Biaya transaksi jual/beli pada pasar sekunder yang kompetitif (Rp25 ribu per transaksi), bila bank Kustodian di BCA

Menarik bukan? Berinvestasi di ORI013 aman, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Jualan ORI Seri 013, Kemenkeu Bidik Rp 20 Triliun | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Bandung

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Bandung


Direktur Jenderal PPR, Robert Pakpahan mengungkapkan, target volume penawaran ORI013 sebesar Rp 20 triliun. Namun target tersebut masih fleksibel karena ada potensi tingginya permintaan surat utang negara ini yang sudah diperkirakan 24 agen penjual.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) menargetkan penjualan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri 013 sebesar Rp 20 triliun. Perolehan dana segar ini digunakan untuk menutup defisit fiskal yang diperkirakan melebar hingga 2,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016.

Menurutnya, penerbitan ORI013 tahun ini memasuki satu dasawarsa (10 tahun) penerbitan ORI. Lanjut Robert, ORI pertama kali diluncurkan pada 2006 dengan volume Rp 3,28 triliun. Lalu kemudian berkembang dan jumlahnya naik hingga 8- kali lipat pada tahun lalu yang menerbitkan ORI012 senilai Rp 27,44 triliun.

"Targetnya sih menerbitkan sebesar Rp 20 triliun untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan, tapi indikasi permintaan dari 24 agen penjual mencapai Rp 25 triliun. Jadi target itu bisa di-upsize, tapi sedikit saja masih diperkenankan," kata Robert usai Peluncuran ORI013 di kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (29/9/2016).

"Volume penerbitan ORI tahun lalu merupakan nominal terbesar dalam sejarah penerbitan ORI. Sehingga total penerbitan ORI dari 001 sampai 012 mencapai Rp 144,13 triliun selama periode 2006-2015," jelas Robert.

Direktur Surat Utang Negara DJPPR, Loto Srianaita Ginting menceritakan sejarah penerbitan ORI yang pernah diluncurkan dua kali dalam setahun, tepatnya di 2007-2008. Itulah sebabnya penerbitan ORI di tahun ke-10 ini bukan ORI seri 010 melainkan 013.

Lebih jauh Loto menuturkan, maksimum pembelian ORI pun dibatasi dari sebelumnya Rp 5 miliar pada peluncuran seri 002 menjadi Rp 3 miliar pada 2007 hingga sekarang ini. Pembatasan ini dimaksudkan agar lebih banyak investor ritel perorangan yang membeli ORI, selain institusi.

"Saat pertama kali ORI diterbitkan di 2006 sebesar Rp 3,2 triliun, kita kasih kupon 12,05 persen. Itu merupakan imbal hasil tertinggi dalam sejarah," tegasnya.

Untuk diketahui, pemerintah telah membuka masa penawaran penjualan ORI013 pada 29 September sampai dengan 20 Oktober 2016. Tanggal jatuh tempo15 Oktober 2019 atau tenor 3 tahun.

Diakui Robert, investor dapat melakukan pemesanan ORI013 paling sedikit Rp 5 juta dan maksimum Rp 3 miliar. Pembayaran kupon akan dilakukan setiap tanggal 15 per bulan, dan pertama kalinya dibayarkan pada 15 November 2016. Tanggal penjathan ditetapkan 24 Oktober 2016 dan tanggal setelmen 26 Oktober ini.

"Tingkat kupon ORI013 ditawarkan 6,60 persen. Kupon ini memang lebih rendah dibanding tahun lalu tapi ini sejalan dengan kondisi inflasi yang rendah di tahun ini. Tapi tingkat kupon ini masih positif di atas 3 persen atau lebih tinggi dibanding banyak negara," terang Robert.

Ada pula PT Bank Panin Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, Standard Chartered Bank, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities, PT Mega Capital Indonesia, PT MNC Securities, PT Sucorinvest Central Gani, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

24 agen penjual ORI013, yakni Citibank, N.A, PT Bank ANZ Indonesia, PT Bank Bukopin Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank Mega Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT OCbC NISP Tbk.

Lika-liku 1 Dasawarsa ORI Dituangkan ke Dalam Buku | PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Bandung

PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Bandung


Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini melakukan peringatan satu dasawarsa penerbitan Obligasi Ritel Indonesia atau Obligasi Negara Ritel (ORI). Acara peringatan ini dilakukan di Gedung Juanda Kementerian Keuangan bersamaan dengan peluncuran ORI 013

Peringatan satu dasawarsa ini kemudian dilakukan dengan pemotongan tumpeng. Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Robert Pakpahan yang menggantikan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Seperti diketahui, hingga saat ini pemerintah telah menerbitkan obligasi ritel sebanyak 13 kali. Adapun kupon yang diberikan selalu mengalami penurunan seiring dengan perbaikan ekonomi Indonesia.

Dalam acara peringatan ini, Kemenkeu meluncurkan buku yang berisi perjalanan mengenai penerbitan ORI sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 2006 lalu. Diharapkan buku ini dapat menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk dapat menerbitkan obligasi selanjutnya.

"Tahun 2016 ini tahun yang spesial karena tahun ini ORI telah terbit selama 10 tahun. Tahun 2007-2008 ORI pernah terbit dua kali dalam satu tahun," jelasnya.

"Kami juga terbitkan buku satu dasawarsa ORI bersama membangun negeri. Penerbitan buku ini berisi mengenai kenangan ORI selama satu dasawarsa terakhir," kata Direktur Surat Utang Negara Loto Srinaita Ginting di Kantor Kementerian Koordinator bidang Ekonomi, Jakarta, Kamis (29/9/2016).

"Lalu 9 Agustus 2016 pemerintah menerbitkan integrasi negara ritel dan pemesanan mencapai Rp3,2 triliun atau yang tertinggi. Kalau kita lihat ke belakang pernah pemerintah terbitkan kupon 12,05 persen tertinggi dalam sejarah. Waktu itu ada investor asing yang menanyakan kenapa tidak 12 persen. Jadi tingkat bunga kita selalu turun sesuai ekonomi kita. Maka segeralah beli," imbuhnya yang menceritakan panjang lebar mengenai sejarah penerbitan ORI.

Penerbitan ORI sudah berkembang dengan sangat baik dan diwarnai oleh berbagai pembiayaan dan kondisi ekonomi di Indonesia. Sebagaimana kita ketahui sejak 2006 peran SUN untuk APBN semakin dominan," kata Robert pada kesempatan yang sama.